Jumat, 23 November 2012

Instagram Merambah Dunia Jurnalistik | SindikasiNET


INILAH.COM, New York - Instagram mulai merambah ke dunia jurnalistik. Fotografer majalah TIME mengabadikan kedahsyatan Badai Sandy dengan menggunakan aplikasi Instagram di kamera ponselnya. Bahkan salah satu foto itu ditampilkan sebagai kulit muka majalah TIME edisi terbaru.
Dilansir Forbes, untuk mendokumentasikan dampak badai Sandy, TIME menugaskan fotografer terbaiknya untuk mengambil foto dengan Instagram. Mereka adalah Michael Christoper Brown, Benjamin Lowy, Ed Kashi, Andrew Quilty, dan Stephen Wilkes.
Menggunakan Instagram sebagai media peliputan peristiwa adalah eksperimen bagi TIME. Namun cara ini dianggap sebagai pintu yang cepat untuk mendapatkan foto-foto yang langsung dapat dilihat para pembacanya.
Foto-foto hasil bidikan kelima fotografer ini langsung diunggah ke akun Instagram milik TIME dan langsung di-sharing ke berbagai jejaring sosial seperti Facebook.
Meskipun hanya menggunakan kamera ponsel, namun hasil jepretan para fotografer ini tak kalah bagus dibanding hasil foto dengan menggunakan kamera profesional.
Bahkan salah satu foto tersebut terpilih untuk dijadikan cover atau kulit muka Majalah Time edisi November 2012. Foto yang diambil Benjamin Lowy dengan menggunakan kamera iPhone itu menggambarkan gelombang air yang besar saat badai Sandy menyerang.
Di dalam blog Tumblr miliknya, Lowy mengatakan bahwa dengan menggunakan iPhone sekalipun ia bisa mendapatkan gambar tak kalah dengan kamera digital besar.
“Selama bertahun-tahun saya selalu bekerja dengan menggunakan kamera digital besar. Namun dalam beberapa tahun terakhir ini saya telah menemukan bahwa perangkat iPhone memungkinkan saya menangkap foto dan yakin akan pekerjaan saya,” ujar Lowy.
Menurutnya, aplikasi Instagram yang ada di dalam iPhone miliknya telah membantu ia untuk mengedit hasil foto bidikannya dengan berbagai filter unik namun indah.
Sementara itu, editor foto majalah TIME, Kira Pollack, mengatakan bahwa pemilihan Instagram bukan karena aplikasi tersebut sedang tren. Namun lebih karena kebutuhan peliputan yang cepat.
Mungkin ada yang bertanya mengapa TIME berani bereksperimen secara radikal dan menyerahkan kendali editorial kepada fotografer untuk langsung diunggah? Pollack menjawab, ” You have to pick the right photographers.”

0 komentar:

Posting Komentar